Minggu, 21 Oktober 2012

Love Play (Chapter 2)

Diposting oleh Wita Rubi di 02.00 0 komentar

Main cast: Lee Raewon
                      Byun Baekhyun
                      Park Chanyeol
Support:    Bibi Daeyeon
                      Oh Sehun
                       Kim Junmyun as teacher

Genre       : Love, friendship, School life

Keesokan harinya raewon sudah sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Raewon murid SMA kelas 2. Raewon anak yang pendiam dan tidak begitu dekat dengan orang lain kecuali ada yang mau mendekati dirinya duluan.
Raewon memasuki gerbang sekolah tiba tiba ada namja yang datang di hadapannya, sontak membuat raewon terkejut. Namja itu adalah baekhyun.
“Raewonnie! Annyeong” sapaan baekhyun di pagi hari untuk raewon cukup membuatnya kebingungan, kaget dan tentunya senang
“Baekhyun? K…kau sekolah di…disini?” jawab raewon tebata bata, matanya terbuka lebar
“Iya! Kau tidak lihat seragam ku? Bet sekolahnya sama” kata baekhyun menunjuk bet logo sekolah di jas yang ia kenakan “Ah sudahlah, nanti kita terlambat masuk kelas, kajja” ajak baekhyun sambil menarik pergelangan tangan raewon
Setibanya di lorong kelas mereka berdua berhenti di dekat salah satu pintu, baekhyun celingak celinguk mencari kelas. Raewon melepas genggaman tangan baekhyun. Saat itu ada namja yang berdiri di depan pintu kelas 11 C, ia sedang memperhatikan raewon dan baekhyun. Namja itu bernama Oh Sehun.
“Cepat katakan dimana kelas mu?” tanya raewon datar
“Kata Jongdae songsaenim, kelasku di 11 A” jawab baekhyun badannya berputar putar mencari kelas bertuliskan 11 A
“Itu, kau melewatkannya” tunjuk raewon ke arah belakang baekhyun “Pintu ini kelas 11 B, sebelah sana kelas 11 C kelas ku, dan sebelah sana paling ujung kelas 11 D” raewon menujuk satu persatu pintu kelas
“Baikla…” jawab baekhyun yang dipotong oleh raewon
”Cepat sana masuk” raewon memutar pundak baekhyun dan mendorongnya
Baekhyun berlari kecil sampai di depan kelasnya “Gomawoyo!” ucapan terima kasih baekhyun sambil melambaikan tangan pada raewon lalu baekhyun masuk ke kelasnya. Raewon membalas lambaian tangan juga “Semoga ia tidak membuat masalah” gumam raewon lalu balik arah ke kelasnya. Melihat raewon berlari menuju kelas, sehun langsung buru buru masuk ke dalam kelas. Mereka berdua sempat bertatapan.
“Sedang apa dia?” gumam raewon, “Oh sehun? Ada apa dia? Mengapa ia tadi memandangiku?” dalam hati raewon. Oh sehun adalah teman sekelas raewon dari kelas 10. Raewon tidak begitu kenal dengan sehun, awalnya raewon pikir sehun itu anak keterbelakangan dan katanya sehun cara bicaranya sangat aneh alias cadel, tapi raewon belum pernah mendengar sehun berbicara.
 Raewon pun berlari memasuki kelasnya karna lorong kelas sudah sepi.

Di dalam kelas sehun duduk di banguknya yang ada di pojok kiri , raewon duduk di bangkunya nomor ke3 dari belakang baris 3. Agak jauh jika ingin memata matai sehun.

Seluruh murid SMA melakukan kegiatan belajar masing masing, sampai tibanya waktu istirahat.

Murid murid pun keluar kelas, begitu juga raewon. Ia melirik ke arah kelas baekhyun. Hanya beberapa murid namja yang keluar dari kelas 11 A, raewon penasaran. Tanpa sadar raewon berjalan menuju kelas baekhyun, namun tiba tiba ia menghentikan langkahnya.
“Ah biarkan saja ia seharian, ia perlu adaptasi” gumam raewon lalu meninggalkan lorong kelas dan pergi ke kantin.

Raewon tidak seperti dulu lagi, hanya bermain dikelas seperti anak penyakitan. Lagi pula ia sudah tidak suka bermain di taman bermain, ia sudah 18 tahun. Raewon pergi ke kantin untuk makan siang dan ke perpustakaan hanya untuk membaca buku di waktu istirahat.

Raewon yang sedang menikmati makan siangnya di kantin belihat baekhyun datang dengan diikuti yeoja yeoja yang terpesona. Baekhyun seperti diikuti sassaeng fans. Dalam hatinya “Saat baru masuk gerbang sekolah suasananya tidak seperti ini” raewon sambil menyedot bubble tea, “Ah mungkin saat itu jam pelajaran sudah akan dimulai, jadi tidak terlalu banyak yang memperhatikan baekhyun”.
Pada saat itu baekhyun melihat raewon dan langsung  buru buru menempati tempat duduk di samping raewon. Yeoja yeoja tadi langsung berhenti mengikuti baekhyun dan cengo memandangi raewon dan baekhyun, begitu juga mereka berdua memandang yeoja yeoja itu.
“Apa yang kau lihat?!” bentak raewon kepada yeoja yeoja bengong
“Ah tidak ada. Ayo cepat pergi!” salah satu dari mereka menyuruh meninggalkan meja itu
“Hehe, gomawo” baekhyun tersenyum pada raewon

Raewon terdiam melihat senyumnya. “Hentikan itu baekki, kau membuatku gila” dalam hati raewon, ia mencoba membuyarkan pikirannya. *puff*raewon menggelengkan kapalanya, ia melihat baekhyun sedang diam sambil memainkan jari jarinya.

“Kau dari mana saja?” tanya raewon pada baekhyun
“Oh, aku? Aku dari kelas.” jawab baekhyun singkat “Ya, dari mana kau mendapatkan itu?” mata baekhyun tertuju pada bubble tea yang raewon pegang
“Arasseo! Abis ngampain maksudnya?” raewon menjauhkan bubble tea dari pandangan baekhyun
“Oh bilang dong. Tadi saat pelajaran menyanyi aku ditunjuk oleh Jongdae songsaenim untuk bernyanyi di depan kelas, mungkin karna aku murid baru. Lalu setelah pelajaran selesai teman teman yeoja di kelas memintaku bernyanyi lagi, mereka sangan berlebihan” jawab baekhyun.
Raewon langsung terkejut dan tersedak mendengar jawaban baekhyun, dalam hatinya sebagus apa suara baekhyun?
“Ya! Gwenchanayo?” tanya baekhyun sambil terkejut
“Ne! uhuk uhuk gwenchana uhuk” jawab raewon masih terbatuk batuk
“Ani!  kau masih tesedak, nih minum!” baekhyun mengambilkan bubble tea milik raewon. Raewon pun meminumnya.
“Kau mau mendengarkan ku bernyanyi?” kata baekhyun berbisik pada raewon
Tiba tiba yeoja yeoja tadi menggebrak meja kantin raewon dan menjerit “Ayolah bernyanyi untuk kami” rupanya mereka menguping di meja yang ada di belakang meja raewon. Baekhyun dan raewon terkejut .


(Chanyeol side)
Terlihat kakinya yang besar melangkah. Namja tinggi membawa koper tersenyum indah berjalan keluar dari pintu bandara. Itu Chanyeol, ia sudah pulang dari Daegu. Setelah 5 tahun banyak perubahan dalam dirinya kepribadian maupun fisik namun ada yang tidak berubah dalam dirinya, sifat konyolnya dan rasa rindu dan memori kenangannya bersama raewon.
Chanyeol menaiki taksi menuju rumah yang dulu dihuni oleh keluarganya. Taksi itu berjalan menuju suatu perumahan elit. Keluarga chanyeol adalah termasuk orang kaya, ayahnya memiliki perusahaan di beberapa kota termasuk di Daegu. Namun chanyeol tidak tergantung dengan kekayaan orangtuanya, chanyeol  adalah sosok yang sederhana. Chanyeol memiliki kakak laki laki dan tengah kuliah di Cina.
Orang tua chanyeol masih tinggal di Daegu karna ada tambahan waktu bekerja untuk beberapa bulan. Chanyeol yang tak ingin berlama lama di Daegu, ia ingin cepat cepat pulang.
Oneureun dugaeui dari, dugae, dugaeui dari
Oneureun dugaeui, dugaeui dal, dal, dari tteuneun bam
Two moons, two moons
Ponsel chanyeol bunyi, ada telefon masuk. Ia melihat layar ponsel itu bertuliskan “Appa”
“Ada apa appa?”
“Chanyeol-ah kau sudah sampai di seoul?”
“Sudah appa, aku sedang dalam perjalan ke rumah”
“Kau naik taksi ya? Ah baiklah, jaga dirimu baik baik maaf ayah dan ibu tidak bisa pulang bersama mu”
“Ne, tidak apa apa ayah” chanyeol menutup telfonnya.

Sesampainya di rumah yang tidak terlalu besar tampak luarnya, namun dalamnya bagaikan hotel berbintang. Chanyeol berdiri di depan daun pintu besar berwarna coklat tua dengan ukiran manis dan gagang pintu berwarna sepadan dengan pintu.
Chanyeol memencet bell pintu. Tidak lama, pintu terbuka dan muncul seorang ahjumma
“Ahjumma Daeyeon!! Anneyonghaseyo” chanyeol membungkukan tubuhnya
“Chanyeol-ah apa itu kau?” tanya bibi daeyeon karna ingatannya sudah mulai menurun
“Ne, aku chanyeol. Aku sudah kembali dari daegu”  jawab chanyeol sambil tersenyum
“Ah kau sudah besar rupanya, cepat masuk kau pasti lelah” ajak bibi lalu membawakan koper milik chanyeol

Chanyeol masuk ke ruang tamu dan melihat sekeliling. Lalu memasuki ruang keluarga, ia sedang mengingat kenangannya di rumah ini semasa kecil. Chanyeol ingat saat ia mengajak raewon main dirumahnya, bibi daeyeon menyuguhi raewon dan chanyeol susu, lalu tidak sengaja raewon menumpahkan susunya ke sofa. Chanyeol langsung dimarahi habis habisan oleh ibunya, tetapi bukan raewon.

Chanyeol memasuki kamar tidurnya. Kamarnya rapi, luas dan penuh dengan mainan miliknya saat ia masih kecil, ia suka bermain dengan hyung tapi tidak menyangka ia sudah seperti  orang cina. Chanyeol berbaring di ranjangnya.
“Raewonnie, aku sudah pulang” gumam chanyeol tersenyum

“Kau rindu temanmu itu ya?” bibi daeyeon muncul mengagetkan chanyeol
“Ah iya bi” chanyeol mengusap pundaknya, bibi daeyeon menghampiri dan duduk disamping chanyeol.
“Beberapa waktu yang lalu ia datang kesini, dia..”
“Ah? Jinjja?” chanyeol memotong
“Aish dengarkan dulu” bibi menepuk paha chanyeol. Chanyeol cengengesan.
“Dia datang sendirian, bibi lihat dari dalam jendela ruang tamu. Kira kira 1 jam dia ada didepan rumah” bibi daeyeon memiringkan kepalanya
Chanyeol menunduk, bibi daeyeon tersenyum tipis “Kalau begitu temuilah dia, bukan kah kau rindu padanya?” ucap bibi daeyeon
“Hm” chanyeol mengangguk
Bibi daeyeon pun meninggalkan kamar chanyeol.

Bibi daeyeon sangan dekat dengan keluarga chanyeol. Saat chanyeol baru lahir, bibi daeyeon sudah bekerja di rumah ini. Bibi daeyeon sempat mengasuh kakak chanyeol dan chanyeol saat masih kecil ketika orang tuanya pergi ke luar kota.
Bibi daeyeon mempunyai satu anak bernama Kim Jongin. Dulu jongin teman bermain chanyeol , karna ikut dengan ibunya bekerja di rumah ini bibi daeyeon dan jongin tinggal di rumah ini.

*
1 bulan lebih kemudian. Disekolah, raewon sedang didalam kelas tengah duduk di bangkunya. Raewon sedang mencorat coret buku harian, kadang suka menggambar apa yang sedang ia pikirkan.
Raewon sedang asik mengotori buku hariannya, baekhyun muncul di depan pintu kelas raewon.
“Ya, kau sedang apa?” tanya baekhyun sambil menghampiri meja raewon
Raewon menutup buku hariannya “Hmmm aku sedang bosan” raewon menopang dagunya di tangan kirinya dan memandangi jendela kelas yang menuju ke luar gedung
“Jinjja?” kata baekhyun singkat lalu menatap wajah raewon sangat detail
Raewon langsung melirik baekhyun “Mwoya? Apa yang kau lihat?”
“Aniyo! Ah aku dengar ada anak baru lagi lho!” kata baekhyun dengan mantap
“Nugu? Banyak sekali yang pindah ke sekolah ini, sekolah ini tidak ada apa apanya” raewon menaruh dagunya di tumpukan buku yang ada di mejanya
“Molla, ah tidak juga aku suka sekolah disini. Oh iya kau tidak mau melihatnya? Ia sedang dikantin, sepertinya ia akan menjadi populer disekolah ini dan katanya keluarganya kaya raya” kata baekhyun menjelaskan panjang lebar
“Ottae? Jebaal sekalian  aku juga mau melihatnya” baekhyun memperlihatkan puppy face
“Andweyo!! ” tolak raewon mentah mentah
“Yaa sebentaaar saja, ah raewonnie yeppuda~” baekhyun merayu
“Arasseo, aku memang cantik” raewon mengibaskan rambutnya
“Aissh yasudah” baekhyun cemberut meninggalkan kelas raewon

Tiba tiba bell masuk kelas berbunyi. Semua murid mengikuti pelajaran terakhir, kelas 11 C mengikuti mata perajaran fisika. Mata pelajaran paling raewon benci, raewon selalu terakhir mengumpulkan tugas, kadang tidak mengerjakan PR.
“Lee Raewon, apakah kau mengerjakan pekerjaan rumahmu?” junmyung songsaenim menghampiri meja raewon. Junmyung songsaenim terkenal dengan sebutan guru killer namun murid yang baru mengenalnya akan tertipu dengan wajahnya yang seperti malaikat.
Sementara raewon hanya nyengir, tanda ia tidak mengerjakan PRnya lagi.
“Ah aku sudah menduganya, kalau begitu setelah jam pelajaran selesai kau harus membersihkan kelas ini, arachi?”
“Arasseo” raewon manggut.

Setelah jam pelajaran selesai dan murid lain keluar kelas, kecuali sehun yang masih duduk di bangkunya entah apa yang ia kerjakan.
”Kau tidak pulang” tanya raewon yang sedang memegang sapu
Sehun tidak bergeming apapun, ia langsung mengambil buku buku dan tasnya lalu meninggalkan kelas. Tiba tiba baekhyun datang dan berdiri di depan pintu, sehun yang saat itu hendak keluar sedikit mendorong baekhyun. Raewon hanya menatap sinis sehun.
“Ada apa dengan orang ini?” cibir baekyun
“Kau dihukum lagi ya?” tangan baekhyun bersandar di pintu
“Ne” singkat raewon sambil menyapu kolong meja
“Hmm aku duluan ya, ada sesuatu yang harus kukerjakan” baekhyun sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangan kirinya
“Hmm” raewon hanya manggut
“Sampai bertemu ya!” baekhyun melambaikan tangannya lalu pergi
Setelah pekerjaannya hampir selesai, dikelas hanya terdengar suara decitan meja yang sedang ditata rapi dan tiba tiba terdengar suara langah kaki berasal dari lorong kelas. Muncul seorang namja tinggi lewat ruang kelas itu. Raewon terbelalak melihat namja itu, namja itu mirip chanyeol. Mata raewon tidak berkedip melihat namja itu dengan hikmat (?)
“Chanyeol-ah?” ucap raewon menggetar menjatuhkan sapunya.

TBC~

Rabu, 17 Oktober 2012

Miss A Comeback!

Diposting oleh Wita Rubi di 02.44 0 komentar


Miss A - I Don't Need a Man Lyrics

[Min] This is for all the independent ladies
Oh oh oh, oh oh oh
Let’s go

[Suzy] Naneun namja eobsi jal sara
Geureoni jasini eobseumyeon
Nae gyeote ojireul ma
Naneun hamburo nal an para
Waenyamyeon nan
I don’t need a man I don’t need a man (what?)
[Fei] I don’t need a man I don’t need a man (jinjja)
[Jia] I don’t need a man I don’t need a man (jeongmal)
[Min] I don’t need a man I don’t need a man
[Suzy] Naneun namja eobsi jal jal sara

[Min] Nae doneuro bangse da nae
Meokgo sipeun geo sa meokgo otdo sa ipgo
Chungbunhajin anchiman manjokhal jul ara
Geuraeseo nan nareul saranghae (hey)

[Jia] Bumonimui yongdon nae doncheoreom
Sseugo sipji anha naiga manha
Son beolliji annneun ge dangyeonhan geo anya
Geuraeseo nan naega tteotthteotae (hey)

[Fei] Boy don’t say
Naega chaenggyeojulge naega akkyeojulge no no
Boy don’t play
Jinjihage ol ge animyeon

[Suzy] Naneun namja eobsi jal sara
Geureoni jasini eobseumyeon
Nae gyeote ojireul ma
Naneun hamburo nal an para
Waenyamyeon nan
I don’t need a man I don’t need a man (what?)
[Fei] I don’t need a man I don’t need a man (jinjja)
[Jia] I don’t need a man I don’t need a man (jeongmal)
[Min] I don’t need a man I don’t need a man
[Suzy] Naneun namja eobsi jal jal sara

[Min] Jallan cheneun andwae ttan deseoneun
Tonghalji mollado neomankeum nado
Jallajin anhatjiman jasingameun neomchyeo
Geuraeseo nan nareul saranghae (hey)

[Jia] Nae himeuro salge ttan aecheoreom
Bumonim jal manna namja jal manna
Pyeonhage saneun geo gwansimi eobseo
Geuraeseo nan naega tteotthteotae (hey)

[Fei] Boy don’t say
Naega neoui mirae nareul mitgo gidae no no
Boy don’t play
Nareul jonjunghal ge animyeon

[Suzy] Naneun namja eobsi jal sara
Geureoni jasini eobseumyeon
Nae gyeote ojireul ma
Naneun hamburo nal an para
Waenyamyeon nan
I don’t need a man I don’t need a man (what?)
[Fei] I don’t need a man I don’t need a man (jinjja)
[Jia] I don’t need a man I don’t need a man (jeongmal)
[Min] I don’t need a man I don’t need a man
[Suzy] Naneun namja eobsi jal jal sara

[Jia] Maeil achim iljjik ireonaseo
Haru jongil bappaseo
Bap han kki jedaero mot meogeo
Hajiman naega johaseo han iriya
Doniya jakjiman da nae ttamiya
Namja chinguga sa jun banji aniya
[Min] Nae cha nae ot naega beoreoseo san geoya
Jeokgeum neoko bumonim yongdon
Deurigo naseo san geoya
Namja mitgo nolda
Namja tteonamyeon eotteokhal geoya
Ireon naega bureowo?
Bureoumyeon jin geoya

[Suzy] Naneun namja eobsi jal sara
Geureoni jasini eobseumyeon
Nae gyeote ojireul ma
Naneun hamburo nal an para
Waenyamyeon nan
I don’t need a man I don’t need a man (what?)
[Fei] I don’t need a man I don’t need a man (jinjja)
[Jia] I don’t need a man I don’t need a man (jeongmal)
[Min] I don’t need a man I don’t need a man
[Suzy] Naneun namja eobsi jal jal sara 

Minggu, 14 Oktober 2012

Lupa Komitmen

Diposting oleh Wita Rubi di 02.08 0 komentar
ini semakin memburuk. mengapa? ini semua terjadi karena ulahku sendiri. sangat tidak mudah untuk membuat suatu komitmen. kau tahu, menjadi seorang fangirl hal yang tidak mudah. sebagian orang menganggap menjadi seorang fangirl kerjaannya hanya mengagumi seorang bias (idola), menurutku tidak. aku seorang fangirl dan aku tahu cara menjadi seorang fangirl yang sehat dan yang tidak.
aku akan menghadapi ujian tengah semester. aku sudah muak dengan nilai-nilaiku yang anjlok akibat menjadi seorang fangirl yang berlebihan. menonton drama, variety show, dan me-reblog foto bias biasku di tumblr. dan suatu hari aku mempunyai kesadaran cukup besar yang membuat aku nekat ingin membuang semua kebiasaan burukku ini. tidak ada orang yang selalu rajin memberiku nasehat. orang tuaku? tidak. hanya sesekali.
aku membuat komitmen dengan tulisan dan peringatan di dinding kamarku. HIATUS FOR UN FIGHTING FIGHTING !!!! NO K-POP, NO BIAS, NO FANGIRLING, NO FANFIC, NO DRAMAS. seakan akan dindingku berbicara senantiasa mengingatkanku dan memacu semangat belajar. kesalahan terjadi padaku mengapa aku menulis for un. bodohnya aku seakan akan aku akan berhenti menjadi fangirl sampai aku selesai menghadapi ujian negara. tetapi memang benar, niatku hingga aku lulus dengan nilai memuaskan.
6 hari setelah ujian tengah semester. sudah ham-pir terbiasa tidak menyentuh laptopku, mencari cari chanel tv dengan drama korea siang hari, tetapi begitu ujian selesai aku tidak tahan, aku rindu laptop ku. ku pikir semua akan baik baik saja dan berjalan seperti sebelumnya kembali menjadi fangirl. dan terjadi..... (np noah-separuh aku-..-) aku lupa! kalau aku sudah membuang lagu, foto bias, mv k-pop ke sebuah flaskdisk berbentuk pinguin dan hilang. yang tersisa hanya folder fanfiction di laptopku. bodoh! bodoh! aku yang bodoh!  itulah Tuhan. ini semua dijabah oleh-Nya. hanya dengan komitmen ku simpan dalam dalam di hati Allah SWT, tuhanku maha mendengar. sekarang tulisan itu tinggal menjadi penghias dan pacuan semangat belajar.
aku? aku masih seorang fangirl. mendengarkan lagu-lagunya lewat youtube, masih menonton drama, menulis fanfic dan berimajinasi. menjadi fangirl bukanlah kewajiban, semua hanya duniawi. kita hidup untuk tuhan dan menurutku tidak ada untungnya menjadi fangirl, tapi mengapa aku senang melakukan ini? haha aku tidak tahu, semuanya sudah terjadi dan ini rencana tuhan.

aku menulis ini hanya sekedar berbagi. banyak fangirl didunia ini, mungkin ada yang mengalami kejadian seperti ini. semua fangirl pasti bertanya pada dirinya sendiri, "sampai kapankah aku akan menjadi seperti ini?" mungkin tidak akan terjawab, sampai suatu hari nanti akan berhenti dengan sendirinya.

Sabtu, 13 Oktober 2012

Love Play (Chapter 1) original owner

Diposting oleh Wita Rubi di 07.11 0 komentar

Main cast: Park Chanyeol
                      Lee Raewon
                      Byun Baekhyun
Support:    Lee Soo Hee raewon’s sister
                     
Genre       : Love, friendship

My first fanfiction. Namanya juga fiksi, sepenuhnya ngarang. Ini fanfic pertama saya jadi masih banyak  typo. Gatau deh di korea ada pemainan uno apa engga. Jadi, selamat membaca!

Dikelas, jam istirahat semua murid sekolah dasar keluar untuk makan siang, bermain, dan kegiatan lainnya kecuali Raewon dan Chanyeol. Murid kelas 6. Mereka bedua bersahabat dari kelas 2. Hampir setiap di jam istirahat mereka tidak pernah keluar kelas, kecuali untuk ke kamar mandi. Mereka bermain dan makan makanan bekal mereka. Mereka berdua suka sekali dengan mainan. Semua macam mainan mereka pernah bawa, kali ini chanyeol membawa permainan kartu uno.
“UNO!!” teriak chanyeol memecahkan keheningan kelas
“Yaa!! Chanyeol-ah mengalah lah sedikit, aku sudah menerima tiga kali kartu +4 darimu” melas raewon
“Bagaimana aku mau mengalah kartuku tinggal satu” chanyeol mengangkat kartu sisa miliknya
“Aishh” raewon menaruh kartu 5 kuning miliknya
Chanyeol menaruh kartu +2 kuning sisa miliknya ke tumpukan katru dengan gembira
“Yee aku menang lagi!! Hahaha” chanyeol berdiri di kursi kegirangan, turun lalu mancubit pipi raewon. Entah apa maksudnya
“Yaa Appo! Mengapa kau selalu menang?!” raewon melepas cubitan chanyeol dengan keras
“Hehehe kan sudah ku bilang aku mahir dalam permainan ini” jawab chanyeol sambil nyengir
Raewon hanya menatap wajah chanyeol dengan kesal tapi lama kelamaan perasaan itu memudar karna senyum chanyeol yang konyol namun manis, beserta mata bulatnya membuat raewon ingin selalu bersama chanyeol .
“Apa yang kau lihat? Aku tampan ya?” pedenya chanyeol sambil bergaya bak boyband terkenalc(emang bener-_-v)
“Aniyo” lagi lagi chanyeol menghilangkan perasaan kesal raewon saat itu, chanyeol tahu kalau raewon kesal ia akan diam.
Raewon terduduk di bangkunya begitu juga chanyeol malah duduk di meja raewon.
“Sudahlah kalau begitu kita tidak usah bermain-main lagi, sebentar lagi kita akan menghadapi ujian kelulusan” kata chanyeol pelan
“Iya lagipula aku sudah lelah bermain denganmu” jawab raewon dengan ketus
“Yasudah kalau begitu” nada kesal keluar dari mulut chanyeol.
Bell masuk kelas pun berbunyi. Semua murid masuk ke kelas masing masing da bersiap untuk pelajar berikutnya termasuk raewon dan chanyeol.

*
Tiga bulan kemudian setelah ujian kelulusan, raewon dan teman teman lulus 100 persen.
Chanyeol mengajak raewon bermain di taman. Kali ini ia tidak membawa mainan, biasanya chanyeol membawa ransel yang penuh berisi dengan mainan.  Chanyeol datang dengan menggunakan sepeda.
“Kau tidak bilang padaku hari ini mau bermain sepeda” teriak raewon kepada chanyeol yang masih agak jauh dari ia berdiri
Chanyeol mendekat “Hari ini aku tidak ingin bermain, aku mau bicara sesuatu padamu” jawab chanyeol agak serius
Raewon hanya manggut kebingungan, mereka berdua duduk di kursi taman.
“Sudah 5 tahun kita berteman , sampai saat ini kita masih duduk bersama” kata chanyeol tersenyum
“Haha iya, bahkan kita sudah lulus sekolah dasar, kau mau melanjutkan sekolah dimana?” jawab raewon yang tiba tiba terdiam. Mau sekolah dimana? Kata kata itu membuat raewon berpikir itu berarti kita akan berpisah.
Chanyeol menoleh kearah raewon. Mengapa ia tahu maksud chanyeol? Chanyeol ingen icara tentang dirinya yang akan pindah ke luar kota untuk waktu yang lama.
Chanyeol tertunduk sedih “Aku akan pindah ke Daegu, ikut ayah dan ibuku untuk suatu urusan dan sekolah disana” chanyeol menahan tangis “mungkin selama 5 tahun” chanyeol tak kuasa menahan tangis
“Chanyeol-ah mengapa kau menangis? Kau cengeng sekali” raewon mendecak
“Aku takut kehilangan mu Lee raewon! Kau sahabat terbaikku” jawab chanyeol agak sedikit membentak dan itu membuat raewon sedih
“Jangan sedih chanyeol, kau juga sahabat terbaikku. Aku tidak akan melupakanmu” raewon memegang hangat tangan chanyeol “kau juga jangan lupakan aku!” timpal raewon
“Ne, tentu saja aku tidak akan melupakanmu” balas chanyeol dengan mencubit pipi raewon
“Yaa! Jangan sentuh pipiku lagi” ketus raewon sambil membuang muka
“Hehe mianhae” chanyeol nyengir dan buru buru mengusap air matanya “aku punya sesuatu untukmu, jaga baik baik ya!” chanyeol mengeluarkan sekotak kartu uno dari kantung celananya. Mainan favorit mereka.
“Aah uno! Ayo kita main sebentar!” ajak raewon langsung merebut sekotak kartu uno tersebut
“Andwe!!” teriakan chanyeol membuat raewon mendongakkan kepalanya ke arah chanyeol
“Waeyo?” jawab raewon kebingungan
“A…ani a…aku harus cepat kembali ke..ke rumah” jawab chanyeol terbata bata
“Oooh baiklah, jaga dirimu baik baik ya” raewon pun memeluk chanyeol sebagai perpisahan
“Jaga dirimu juga ya” balas chanyeol sambil memeluk raewon agak malu. Pertama kalinya ia memeluk raewon.
Akhirnya mereka berpisah, keduanya saling melambaikan tangan. Lama kelamaan jarak mereka berdua semakin menjauh.
Saat raewon hendak pulang ia membuka kotak kartu uno pemberian chanyeol. Saat ia buka ia mendapati sepucuk kertas di tumpukan kartu tersebut. Raewon penasaan membuka kertas itu, ternyata itu adalah surat dari chanyeol.
“Aneh sekali, ia sudah memberiku pesan masih saja menambahkannya” gumam raewon

“Untuk Lee Rae Won:”

“Annyeong rae!”
“Tidak ku sangka aku akan meninggalkanmu. Lima tahun bukan waktu yang sebentar. Aku ingat lima tahun yang lalu kita pertama kali bertemu. Kau baru pindah ke sekolah ini di kelas 2, kau di usili anak laki laki.”

/flashback/
Raewon saat kecil sangat manis, rambutnya panjang sebahu lebih, pipinya sedikit tembam. Raewon sedang bermain ayunan di tempat bermain di sekolahnya sambil memainkan boneka anak perempuan miliknya.
 Tiba tiba datang empat anak laki laki bandel untuk mengusili raewon. Boneka milik raewon direbut oleh salah satu dari mereka dan menjatuhkannya ke pasir.
Raewon menangis.
Pada saat itu chanyeol datang untuk mengusir geng bandel tersebut.
“Jauhi yeoja ini!! Kalau tidak aku adukan pada guru Ahn”
Saat itu chanyeol hanya seorang diri untuk melindungi raewon. Ia sedikit takut tapi mendengar kata guru Ahn, geng bandel itu langsung lari meninggalkan chanyeol dan raewon.
/flashback end/

”dan setiap istirahat kau bermain di taman bermain sekolah, kau selalu jatuh tersungkur dari  perosotan. Aku selalu melihatmu jatuh. Haha, saat itu kau lucu sekali.”

Itu penyebab raewon dan chanyeol tidak pernah keluar kelas. Chanyeol idak ingin raewon tersiksa hanya karna taman bermain.

“Aku tidak pernah bosan berteman denganmu rae. Meskipun kita selalu satu kelas setiap tahun, jeongmal! Aku tidak pernah bosan padamu. Kau tahu? Joahae, niga jeongmal joahae.”

Saat itu pipi raewon memerah.

“Aku menyukaimu karna kau berani, baik, dan.. kau cantik. Maaf kalau aku pengecut mengatakan perasaanku yang sebenarnya dalam surat. Ah itu sedikit dariku, jaga dirimu baik baik. Aku menyayangimu”
Tertanda di sudut kertas “Park Chanyeol, sahabatmu”

“Tidak ku sangka, chanyeol sangat memperdulikan diriku. Sifatku yang amat cuek sampai tidak memikirkan perasaannya?” gumam raewon setelah membaca surat itu.
Raewon pun kembali ke rumah berjalan dengan agak gontai.

Raewon adalah anak yang cuek, tidak mempunyai banyak teman. Hanya chanyeol. Terkadang adanya chanyeol raewon suka kesal karna chanyeol selalu bertingkah aneh. Hari ini ia kehilangan temannya, ada rasa senang namun ada rasa sedih.
Namun hal itu tidak menjadi beban dalam hidupnya. Raewon juga anak yang kuat dan berani. Walaupun 5 tahun bukan waktu yang sebentar, ia akan menunggu chanyeol kembali.
Raewon melanjutkan sekolahnya ke tingkat menengah.  Raewon dengan semangat melalui hari harinya, tapi tanpa chanyeol.

*

Lima tahun kemudian. Raewon menjadi gadis dewasa ada perubahan dalam dirinya, tubuhnya tinggi, rambutnya terurai panjang, raewon semakin cantik.
 Hari hari raewon tidak terlalu buruk juga tidak terlalu istimewa. Namun yang jelas raewon masih meridukan sahabatnya, Chanyeol. Entah bagaimana rupanya sekarang, ia sangat ingin bertemu dengan chanyeol.

Dihari libur, raewon selalu berkunjung ke taman. Entah apa yang dikerjakan selalu di tempat itu. Tempat dimana raewon dan chanyeol berpisah.
Disaat raewon duduk tenang sambil mengingat kenangannya bersama chanyeol di tempat ini, tiba tiba dari kejauhan seorang namja berlari kencang dangan membawa koper besar dan ransel kecil di punggungnya. Saking berat koper, namja itu melepaskan genggaman tangannya dari koper itu tepat di depan raewon.  Raewon memperhatikan larinya namja itu.
Tidak lama muncul seekor anjing besar dan galak berlari mengejar namja tadi. Raewon kaget hampir ia mau kabur, tapi tidak. Raewon sangat menyukai anjing tetapi bukan anjing jenis ini.
Raewon berlari kearah anjing itu dan menghalanginya dan berusaha agar anjing itu tidak mengejar namja itu lagi. Anjing itu berhenti sejenak dan mata anjing itu tertuju pada mata raewon, keduanya bertatapan. Mata mereka bertemu. Mereka menyeritkan alis dan bersiap menyerang satu sama lain.
“Kena kau!” gumam raewon pada anjing itu
“KYAAA” jeritan raewon menandakan mulainya pertarungan sengit itu.
Mereka berdua berlari menyerang satu sama lain.
BRUKK
Anjing itu berlari sangat kencang dan mendorong pundak raewon hingga terjatuh
“Aaah benar benar kau membuat ku marah!!” omel raweon saat ia masih terlentang di jalan yang kebetulan sepi. Biasanya banyak pengunjung yang hanya sekedar duduk duduk seperti raewon.
“Hey kau anjing nakal!! Jangan ganggu namja itu!!” teriak raewon sambil berdiri melihat anjing itu berlari, tetapi ia tidak melihat namja itu. Kemana larinya namja itu?

Raewon berdiri dan mengambil koper berwarna abu abu milik namja itu. Lalu ia lari mengejar anjing itu sekaligus mencari namja itu. Pada saat itu raewon memakai sepatu kets, jadi ia bisa lari dengan leluasa.

(Namja side)                                          
*kira kira siapa yah namja itu u,u*
Namja itu berlari membabi buta entah kemana ia pergi, yang penting mencari tempat sembunyi. Ia melihat celah celah pertokoan di taman tersebut, ia masuk ke dalan celah celah itu.
“Tempat apa ini? Kota besar tapi banyak anjing liar” gumam namja itu sambil melihat sekeliling tempat ia bersembunyi dan ketakutan. Entah darimana datangnya anjing itu. Namja itu baru turun dari bus yang membawanya dari bandara ke halte taman ini. Baru memasuki pintu taman namja itu melihat anjing berlari ke arahnya.
“Sepertinya anjing itu sudah tidak ada” dalam hati namja itu, kepalanya keluar dari balik tembok dan memeriksa keadaan sekitar, hanya beberapa orang berlalu lalang. Perlahan ia keluar dari balik tembok.
“Aah.. lega rasanya” kata namja itu mengusap dadanya lalu ia mengayunkan tangannya ke bawah. Tangannya mencari cari koper
“Koper? Koperku?? Aish dimana koper ku??” 
Teringat ia sudah meningalkan kopernya di depan yeoja yang sedang duduk di taman tadi.
“Aaah eottokaeh” gumaman kesal namja itu

“Hey kau!!” panggil seorang yeoja dari belakang namja itu, membawa koper abu abu, jalannya gontai. Itu raewon!
“Kau lari kemana? Kau sampai lupa dengan kopermu” kata raewon sambil menghampiri namja itu dengan nafas tak bearturan
Namja itu berbalik badan dan menatap raewon bingung
“A…aku, aah itu koperku ya? Jeongmal gomawoyo” jawab namja itu girang mengambil koper miliknya
“Ne, sama sa..” raewon terdiam menatap namja itu, ia tampan sekali dengan senyumnya
Namja itu kebingungan meliahat raewon bengong
“Gwenchana?” tanya namja itu
Tanya namja itu mebuyarkan pikiran raewon
“Aah… gw-gwenchana” jawab raewon terbata bata
“Oh iya kita belum berkenalan, Byun baekhyun imnida” namja itu membunkukkan punggungnya
“Ne.. Raewon, Lee raewon imnida” jawab raewon juga membungukan punggungnya

Mereka berdua duduk di kursi taman yang biasa raewon kunjungi. Baekhyun pun menceritakan tujuannya ke sini dan mengapa ia dikejar kejar anjing.
“Kau dari Daegu?” tanya raewon agak kaget
“Iya, paman ku mengirimku ke seoul untuk menemui orang tuaku yang bekerja di suatu perusahaan dan aku akan tinggal dan sekolah disini” jawab baekhyun sambil senyum
“Ooh begitu” kata raewon singkat. Sebenarnya banyak yang ia ingin tanyakan pada baekhyun, tapi ia malu menatapnya saja tidak berani. Sepertinya ia sedikit menyukai baekhyun.
“Ka…kau” saat raewon memberanikan diri untuk bertanya, belum sepatah katapun keluar dari mulutnya ponsel namja itu berbunyi
Neoui sesangeuro, yeorin barameul tago
Ne gyeoteuro, eodieseo wannyago
“Sebentar” kata baekhyun dan merogoh ponsel di kantung celananya sambil tersenyum. Ia pun mengangkat telfon dan menaruh ponsel di telinganya.

“Yoboseyo” kata baekhyun kepada seseorang di percakapannya
“Ne, aku sudah sampai di Seoul”
“Ne” kata baekhyun singkat, raewon hanya menebak nebak siapa yang menelfon baekhyun
“Aku akan menemuimu ” lanjut baekhyun lalu menutup telfonnya

“Baiklah kalau begitu aku mau mencari orang tuaku dulu. Terima kasih banyak, senang berkenalan dengamu” baekhyun membungkukkan punggungnya dan melambaikan tangan kepada raewon, tentu saja dengan senyum manisnya
“Ne, senang bekenalan denganmu juga” raewon membungkukkan punggungnya. Mereka pun berpisah.


(Raewon side)
Hari semakin redup, waktunya raewon menginggalkan taman dan pulang. Sesampainya di kamar miliknya, ia duduk di meja belajar dan memandangi figura berisi foto dirinya dengan chanyeol. Foto itu diambil 5 tahun yang lalu setelah kelulusan sekolah dasar, mereka terlihat sangan akrab. Seperti adik kakak. Walaupun tidak terlalu mirip tapi mata raewon sama besar dengan mata chanyeol.
“Chanyeol-ah, kapan kau pulang?” gumam raewon sambil menopang dagu di tangannya
“Bogoshipoyo” lanjut raewon. Di foto tersebut chanyeol hanya memamerkan senyum konyolnya tak berkutip apapun
“Ah percuma saja, aku hanya bisa menunggumu pulang bukan menyuruhmu pulang!” decak raewon sambil mendorong kecil figura itu

Ia memutar kursi belajarnya kesamping dan mengingat kejadian tadi siang saat bertemu baekhyun. Raewon senang sekali dapat melihat senyum indah selain chanyeol dan berharap bisa betemu dengannya lagi.
KREKK
Suara pintu kamar raewon terbuka hampir terbanting. Memecahkan khayalan raewon saat itu, ternyata Lee soo hee, kakak raewon datang dengan wajah kesal. “Yaa! Lee Raewon apa yang kau lakukan dengan sepatuku?” soohee mengangkat sepatu kets yang dipakai raewon tadi siang untuk mengejar anjing. Kotor, solnya robek dan serat tali sepatunya terurai.
“Hari ini aku mengejar anjing” jawab raewon dengan cuek
“Ya raewon! Tidak sebegitunya kau menyukai anjing, lalu dikejar kejar seperti anak kecil saja” bentak soohee sambil menunjuk raewon dengan sepatunya
“Aku lelah, besok aku perbaiki” jawab raewon lalu menjatuhkan tubuhnya di ranjang miliknya
“Benar benar anak ini” soohee menutup pintu agak keras.
Saat raewon membaringkan tubuhnya di ranjang, lagi lagi ia memikirkan baekhyun. Pantas saja namja seimut dia takut pada anjing besar. “Aish raewon berhentilah memikirkannya, besok kau harus sekolah” gumam raewon. Ia pun bangun untuk membersihkan dirinya lalu pergi tidur.
 
TBC

One!

Diposting oleh Wita Rubi di 06.29 0 komentar
pertama-tama alhamdulillah, setelah membangun blog baru ini dan memulainya dari nol. semuanya akan baru dan beda dari sebelumnya. FIGHTING!
 

Fangirl Place Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei