Minggu, 21 Oktober 2012

Love Play (Chapter 2)

Diposting oleh Wita Rubi di 02.00

Main cast: Lee Raewon
                      Byun Baekhyun
                      Park Chanyeol
Support:    Bibi Daeyeon
                      Oh Sehun
                       Kim Junmyun as teacher

Genre       : Love, friendship, School life

Keesokan harinya raewon sudah sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Raewon murid SMA kelas 2. Raewon anak yang pendiam dan tidak begitu dekat dengan orang lain kecuali ada yang mau mendekati dirinya duluan.
Raewon memasuki gerbang sekolah tiba tiba ada namja yang datang di hadapannya, sontak membuat raewon terkejut. Namja itu adalah baekhyun.
“Raewonnie! Annyeong” sapaan baekhyun di pagi hari untuk raewon cukup membuatnya kebingungan, kaget dan tentunya senang
“Baekhyun? K…kau sekolah di…disini?” jawab raewon tebata bata, matanya terbuka lebar
“Iya! Kau tidak lihat seragam ku? Bet sekolahnya sama” kata baekhyun menunjuk bet logo sekolah di jas yang ia kenakan “Ah sudahlah, nanti kita terlambat masuk kelas, kajja” ajak baekhyun sambil menarik pergelangan tangan raewon
Setibanya di lorong kelas mereka berdua berhenti di dekat salah satu pintu, baekhyun celingak celinguk mencari kelas. Raewon melepas genggaman tangan baekhyun. Saat itu ada namja yang berdiri di depan pintu kelas 11 C, ia sedang memperhatikan raewon dan baekhyun. Namja itu bernama Oh Sehun.
“Cepat katakan dimana kelas mu?” tanya raewon datar
“Kata Jongdae songsaenim, kelasku di 11 A” jawab baekhyun badannya berputar putar mencari kelas bertuliskan 11 A
“Itu, kau melewatkannya” tunjuk raewon ke arah belakang baekhyun “Pintu ini kelas 11 B, sebelah sana kelas 11 C kelas ku, dan sebelah sana paling ujung kelas 11 D” raewon menujuk satu persatu pintu kelas
“Baikla…” jawab baekhyun yang dipotong oleh raewon
”Cepat sana masuk” raewon memutar pundak baekhyun dan mendorongnya
Baekhyun berlari kecil sampai di depan kelasnya “Gomawoyo!” ucapan terima kasih baekhyun sambil melambaikan tangan pada raewon lalu baekhyun masuk ke kelasnya. Raewon membalas lambaian tangan juga “Semoga ia tidak membuat masalah” gumam raewon lalu balik arah ke kelasnya. Melihat raewon berlari menuju kelas, sehun langsung buru buru masuk ke dalam kelas. Mereka berdua sempat bertatapan.
“Sedang apa dia?” gumam raewon, “Oh sehun? Ada apa dia? Mengapa ia tadi memandangiku?” dalam hati raewon. Oh sehun adalah teman sekelas raewon dari kelas 10. Raewon tidak begitu kenal dengan sehun, awalnya raewon pikir sehun itu anak keterbelakangan dan katanya sehun cara bicaranya sangat aneh alias cadel, tapi raewon belum pernah mendengar sehun berbicara.
 Raewon pun berlari memasuki kelasnya karna lorong kelas sudah sepi.

Di dalam kelas sehun duduk di banguknya yang ada di pojok kiri , raewon duduk di bangkunya nomor ke3 dari belakang baris 3. Agak jauh jika ingin memata matai sehun.

Seluruh murid SMA melakukan kegiatan belajar masing masing, sampai tibanya waktu istirahat.

Murid murid pun keluar kelas, begitu juga raewon. Ia melirik ke arah kelas baekhyun. Hanya beberapa murid namja yang keluar dari kelas 11 A, raewon penasaran. Tanpa sadar raewon berjalan menuju kelas baekhyun, namun tiba tiba ia menghentikan langkahnya.
“Ah biarkan saja ia seharian, ia perlu adaptasi” gumam raewon lalu meninggalkan lorong kelas dan pergi ke kantin.

Raewon tidak seperti dulu lagi, hanya bermain dikelas seperti anak penyakitan. Lagi pula ia sudah tidak suka bermain di taman bermain, ia sudah 18 tahun. Raewon pergi ke kantin untuk makan siang dan ke perpustakaan hanya untuk membaca buku di waktu istirahat.

Raewon yang sedang menikmati makan siangnya di kantin belihat baekhyun datang dengan diikuti yeoja yeoja yang terpesona. Baekhyun seperti diikuti sassaeng fans. Dalam hatinya “Saat baru masuk gerbang sekolah suasananya tidak seperti ini” raewon sambil menyedot bubble tea, “Ah mungkin saat itu jam pelajaran sudah akan dimulai, jadi tidak terlalu banyak yang memperhatikan baekhyun”.
Pada saat itu baekhyun melihat raewon dan langsung  buru buru menempati tempat duduk di samping raewon. Yeoja yeoja tadi langsung berhenti mengikuti baekhyun dan cengo memandangi raewon dan baekhyun, begitu juga mereka berdua memandang yeoja yeoja itu.
“Apa yang kau lihat?!” bentak raewon kepada yeoja yeoja bengong
“Ah tidak ada. Ayo cepat pergi!” salah satu dari mereka menyuruh meninggalkan meja itu
“Hehe, gomawo” baekhyun tersenyum pada raewon

Raewon terdiam melihat senyumnya. “Hentikan itu baekki, kau membuatku gila” dalam hati raewon, ia mencoba membuyarkan pikirannya. *puff*raewon menggelengkan kapalanya, ia melihat baekhyun sedang diam sambil memainkan jari jarinya.

“Kau dari mana saja?” tanya raewon pada baekhyun
“Oh, aku? Aku dari kelas.” jawab baekhyun singkat “Ya, dari mana kau mendapatkan itu?” mata baekhyun tertuju pada bubble tea yang raewon pegang
“Arasseo! Abis ngampain maksudnya?” raewon menjauhkan bubble tea dari pandangan baekhyun
“Oh bilang dong. Tadi saat pelajaran menyanyi aku ditunjuk oleh Jongdae songsaenim untuk bernyanyi di depan kelas, mungkin karna aku murid baru. Lalu setelah pelajaran selesai teman teman yeoja di kelas memintaku bernyanyi lagi, mereka sangan berlebihan” jawab baekhyun.
Raewon langsung terkejut dan tersedak mendengar jawaban baekhyun, dalam hatinya sebagus apa suara baekhyun?
“Ya! Gwenchanayo?” tanya baekhyun sambil terkejut
“Ne! uhuk uhuk gwenchana uhuk” jawab raewon masih terbatuk batuk
“Ani!  kau masih tesedak, nih minum!” baekhyun mengambilkan bubble tea milik raewon. Raewon pun meminumnya.
“Kau mau mendengarkan ku bernyanyi?” kata baekhyun berbisik pada raewon
Tiba tiba yeoja yeoja tadi menggebrak meja kantin raewon dan menjerit “Ayolah bernyanyi untuk kami” rupanya mereka menguping di meja yang ada di belakang meja raewon. Baekhyun dan raewon terkejut .


(Chanyeol side)
Terlihat kakinya yang besar melangkah. Namja tinggi membawa koper tersenyum indah berjalan keluar dari pintu bandara. Itu Chanyeol, ia sudah pulang dari Daegu. Setelah 5 tahun banyak perubahan dalam dirinya kepribadian maupun fisik namun ada yang tidak berubah dalam dirinya, sifat konyolnya dan rasa rindu dan memori kenangannya bersama raewon.
Chanyeol menaiki taksi menuju rumah yang dulu dihuni oleh keluarganya. Taksi itu berjalan menuju suatu perumahan elit. Keluarga chanyeol adalah termasuk orang kaya, ayahnya memiliki perusahaan di beberapa kota termasuk di Daegu. Namun chanyeol tidak tergantung dengan kekayaan orangtuanya, chanyeol  adalah sosok yang sederhana. Chanyeol memiliki kakak laki laki dan tengah kuliah di Cina.
Orang tua chanyeol masih tinggal di Daegu karna ada tambahan waktu bekerja untuk beberapa bulan. Chanyeol yang tak ingin berlama lama di Daegu, ia ingin cepat cepat pulang.
Oneureun dugaeui dari, dugae, dugaeui dari
Oneureun dugaeui, dugaeui dal, dal, dari tteuneun bam
Two moons, two moons
Ponsel chanyeol bunyi, ada telefon masuk. Ia melihat layar ponsel itu bertuliskan “Appa”
“Ada apa appa?”
“Chanyeol-ah kau sudah sampai di seoul?”
“Sudah appa, aku sedang dalam perjalan ke rumah”
“Kau naik taksi ya? Ah baiklah, jaga dirimu baik baik maaf ayah dan ibu tidak bisa pulang bersama mu”
“Ne, tidak apa apa ayah” chanyeol menutup telfonnya.

Sesampainya di rumah yang tidak terlalu besar tampak luarnya, namun dalamnya bagaikan hotel berbintang. Chanyeol berdiri di depan daun pintu besar berwarna coklat tua dengan ukiran manis dan gagang pintu berwarna sepadan dengan pintu.
Chanyeol memencet bell pintu. Tidak lama, pintu terbuka dan muncul seorang ahjumma
“Ahjumma Daeyeon!! Anneyonghaseyo” chanyeol membungkukan tubuhnya
“Chanyeol-ah apa itu kau?” tanya bibi daeyeon karna ingatannya sudah mulai menurun
“Ne, aku chanyeol. Aku sudah kembali dari daegu”  jawab chanyeol sambil tersenyum
“Ah kau sudah besar rupanya, cepat masuk kau pasti lelah” ajak bibi lalu membawakan koper milik chanyeol

Chanyeol masuk ke ruang tamu dan melihat sekeliling. Lalu memasuki ruang keluarga, ia sedang mengingat kenangannya di rumah ini semasa kecil. Chanyeol ingat saat ia mengajak raewon main dirumahnya, bibi daeyeon menyuguhi raewon dan chanyeol susu, lalu tidak sengaja raewon menumpahkan susunya ke sofa. Chanyeol langsung dimarahi habis habisan oleh ibunya, tetapi bukan raewon.

Chanyeol memasuki kamar tidurnya. Kamarnya rapi, luas dan penuh dengan mainan miliknya saat ia masih kecil, ia suka bermain dengan hyung tapi tidak menyangka ia sudah seperti  orang cina. Chanyeol berbaring di ranjangnya.
“Raewonnie, aku sudah pulang” gumam chanyeol tersenyum

“Kau rindu temanmu itu ya?” bibi daeyeon muncul mengagetkan chanyeol
“Ah iya bi” chanyeol mengusap pundaknya, bibi daeyeon menghampiri dan duduk disamping chanyeol.
“Beberapa waktu yang lalu ia datang kesini, dia..”
“Ah? Jinjja?” chanyeol memotong
“Aish dengarkan dulu” bibi menepuk paha chanyeol. Chanyeol cengengesan.
“Dia datang sendirian, bibi lihat dari dalam jendela ruang tamu. Kira kira 1 jam dia ada didepan rumah” bibi daeyeon memiringkan kepalanya
Chanyeol menunduk, bibi daeyeon tersenyum tipis “Kalau begitu temuilah dia, bukan kah kau rindu padanya?” ucap bibi daeyeon
“Hm” chanyeol mengangguk
Bibi daeyeon pun meninggalkan kamar chanyeol.

Bibi daeyeon sangan dekat dengan keluarga chanyeol. Saat chanyeol baru lahir, bibi daeyeon sudah bekerja di rumah ini. Bibi daeyeon sempat mengasuh kakak chanyeol dan chanyeol saat masih kecil ketika orang tuanya pergi ke luar kota.
Bibi daeyeon mempunyai satu anak bernama Kim Jongin. Dulu jongin teman bermain chanyeol , karna ikut dengan ibunya bekerja di rumah ini bibi daeyeon dan jongin tinggal di rumah ini.

*
1 bulan lebih kemudian. Disekolah, raewon sedang didalam kelas tengah duduk di bangkunya. Raewon sedang mencorat coret buku harian, kadang suka menggambar apa yang sedang ia pikirkan.
Raewon sedang asik mengotori buku hariannya, baekhyun muncul di depan pintu kelas raewon.
“Ya, kau sedang apa?” tanya baekhyun sambil menghampiri meja raewon
Raewon menutup buku hariannya “Hmmm aku sedang bosan” raewon menopang dagunya di tangan kirinya dan memandangi jendela kelas yang menuju ke luar gedung
“Jinjja?” kata baekhyun singkat lalu menatap wajah raewon sangat detail
Raewon langsung melirik baekhyun “Mwoya? Apa yang kau lihat?”
“Aniyo! Ah aku dengar ada anak baru lagi lho!” kata baekhyun dengan mantap
“Nugu? Banyak sekali yang pindah ke sekolah ini, sekolah ini tidak ada apa apanya” raewon menaruh dagunya di tumpukan buku yang ada di mejanya
“Molla, ah tidak juga aku suka sekolah disini. Oh iya kau tidak mau melihatnya? Ia sedang dikantin, sepertinya ia akan menjadi populer disekolah ini dan katanya keluarganya kaya raya” kata baekhyun menjelaskan panjang lebar
“Ottae? Jebaal sekalian  aku juga mau melihatnya” baekhyun memperlihatkan puppy face
“Andweyo!! ” tolak raewon mentah mentah
“Yaa sebentaaar saja, ah raewonnie yeppuda~” baekhyun merayu
“Arasseo, aku memang cantik” raewon mengibaskan rambutnya
“Aissh yasudah” baekhyun cemberut meninggalkan kelas raewon

Tiba tiba bell masuk kelas berbunyi. Semua murid mengikuti pelajaran terakhir, kelas 11 C mengikuti mata perajaran fisika. Mata pelajaran paling raewon benci, raewon selalu terakhir mengumpulkan tugas, kadang tidak mengerjakan PR.
“Lee Raewon, apakah kau mengerjakan pekerjaan rumahmu?” junmyung songsaenim menghampiri meja raewon. Junmyung songsaenim terkenal dengan sebutan guru killer namun murid yang baru mengenalnya akan tertipu dengan wajahnya yang seperti malaikat.
Sementara raewon hanya nyengir, tanda ia tidak mengerjakan PRnya lagi.
“Ah aku sudah menduganya, kalau begitu setelah jam pelajaran selesai kau harus membersihkan kelas ini, arachi?”
“Arasseo” raewon manggut.

Setelah jam pelajaran selesai dan murid lain keluar kelas, kecuali sehun yang masih duduk di bangkunya entah apa yang ia kerjakan.
”Kau tidak pulang” tanya raewon yang sedang memegang sapu
Sehun tidak bergeming apapun, ia langsung mengambil buku buku dan tasnya lalu meninggalkan kelas. Tiba tiba baekhyun datang dan berdiri di depan pintu, sehun yang saat itu hendak keluar sedikit mendorong baekhyun. Raewon hanya menatap sinis sehun.
“Ada apa dengan orang ini?” cibir baekyun
“Kau dihukum lagi ya?” tangan baekhyun bersandar di pintu
“Ne” singkat raewon sambil menyapu kolong meja
“Hmm aku duluan ya, ada sesuatu yang harus kukerjakan” baekhyun sambil melihat jam yang ada di pergelangan tangan kirinya
“Hmm” raewon hanya manggut
“Sampai bertemu ya!” baekhyun melambaikan tangannya lalu pergi
Setelah pekerjaannya hampir selesai, dikelas hanya terdengar suara decitan meja yang sedang ditata rapi dan tiba tiba terdengar suara langah kaki berasal dari lorong kelas. Muncul seorang namja tinggi lewat ruang kelas itu. Raewon terbelalak melihat namja itu, namja itu mirip chanyeol. Mata raewon tidak berkedip melihat namja itu dengan hikmat (?)
“Chanyeol-ah?” ucap raewon menggetar menjatuhkan sapunya.

TBC~

0 komentar:

Posting Komentar

 

Fangirl Place Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei