Main cast: Lee Raewon
Byun
Baekhyun
Park
Chanyeol
Support: Bibi Daeyeon
Oh Sehun
Kim Junmyun as teacher
Genre : Love, friendship,
School life
Keesokan harinya raewon
sudah sudah mempersiapkan diri untuk berangkat ke sekolah. Raewon murid SMA
kelas 2. Raewon anak yang pendiam dan tidak begitu dekat dengan orang lain
kecuali ada yang mau mendekati dirinya duluan.
Raewon memasuki gerbang
sekolah tiba tiba ada namja yang datang di hadapannya, sontak membuat raewon
terkejut. Namja itu adalah baekhyun.
“Raewonnie! Annyeong”
sapaan baekhyun di pagi hari untuk raewon cukup membuatnya kebingungan, kaget
dan tentunya senang
“Baekhyun? K…kau sekolah
di…disini?” jawab raewon tebata bata, matanya terbuka lebar
“Iya! Kau tidak lihat
seragam ku? Bet sekolahnya sama” kata baekhyun menunjuk bet logo sekolah di jas
yang ia kenakan “Ah sudahlah, nanti kita terlambat masuk kelas, kajja” ajak
baekhyun sambil menarik pergelangan tangan raewon
Setibanya di lorong kelas
mereka berdua berhenti di dekat salah satu pintu, baekhyun celingak celinguk
mencari kelas. Raewon melepas genggaman tangan baekhyun. Saat itu ada namja
yang berdiri di depan pintu kelas 11 C, ia sedang memperhatikan raewon dan
baekhyun. Namja itu bernama Oh Sehun.
“Cepat katakan dimana
kelas mu?” tanya raewon datar
“Kata Jongdae songsaenim,
kelasku di 11 A” jawab baekhyun badannya berputar putar mencari kelas
bertuliskan 11 A
“Itu, kau melewatkannya”
tunjuk raewon ke arah belakang baekhyun “Pintu ini kelas 11 B, sebelah sana kelas
11 C kelas ku, dan sebelah sana paling ujung kelas 11 D” raewon menujuk satu
persatu pintu kelas
“Baikla…” jawab baekhyun
yang dipotong oleh raewon
”Cepat sana masuk” raewon
memutar pundak baekhyun dan mendorongnya
Baekhyun berlari kecil
sampai di depan kelasnya “Gomawoyo!” ucapan terima kasih baekhyun sambil
melambaikan tangan pada raewon lalu baekhyun masuk ke kelasnya. Raewon membalas
lambaian tangan juga “Semoga ia tidak membuat masalah” gumam raewon lalu balik
arah ke kelasnya. Melihat raewon berlari menuju kelas, sehun langsung buru buru
masuk ke dalam kelas. Mereka berdua sempat bertatapan.
“Sedang apa dia?” gumam
raewon, “Oh sehun? Ada apa dia? Mengapa ia tadi memandangiku?” dalam hati
raewon. Oh sehun adalah teman sekelas raewon dari kelas 10. Raewon tidak begitu
kenal dengan sehun, awalnya raewon pikir sehun itu anak keterbelakangan dan
katanya sehun cara bicaranya sangat aneh alias cadel, tapi raewon belum pernah
mendengar sehun berbicara.
Raewon pun berlari memasuki kelasnya karna
lorong kelas sudah sepi.
Di dalam kelas sehun duduk
di banguknya yang ada di pojok kiri , raewon duduk di bangkunya nomor ke3 dari
belakang baris 3. Agak jauh jika ingin memata matai sehun.
Seluruh murid SMA
melakukan kegiatan belajar masing masing, sampai tibanya waktu istirahat.
Murid murid pun keluar
kelas, begitu juga raewon. Ia melirik ke arah kelas baekhyun. Hanya beberapa
murid namja yang keluar dari kelas 11 A, raewon penasaran. Tanpa sadar raewon
berjalan menuju kelas baekhyun, namun tiba tiba ia menghentikan langkahnya.
“Ah biarkan saja ia
seharian, ia perlu adaptasi” gumam raewon lalu meninggalkan lorong kelas dan
pergi ke kantin.
Raewon tidak seperti dulu
lagi, hanya bermain dikelas seperti anak penyakitan. Lagi pula ia sudah tidak
suka bermain di taman bermain, ia sudah 18 tahun. Raewon pergi ke kantin untuk
makan siang dan ke perpustakaan hanya untuk membaca buku di waktu istirahat.
Raewon yang sedang
menikmati makan siangnya di kantin belihat baekhyun datang dengan diikuti yeoja
yeoja yang terpesona. Baekhyun seperti diikuti sassaeng fans. Dalam hatinya
“Saat baru masuk gerbang sekolah suasananya tidak seperti ini” raewon sambil
menyedot bubble tea, “Ah mungkin saat itu jam pelajaran sudah akan dimulai,
jadi tidak terlalu banyak yang memperhatikan baekhyun”.
Pada saat itu baekhyun
melihat raewon dan langsung buru buru
menempati tempat duduk di samping raewon. Yeoja yeoja tadi langsung berhenti
mengikuti baekhyun dan cengo memandangi raewon dan baekhyun, begitu juga mereka
berdua memandang yeoja yeoja itu.
“Apa yang kau lihat?!”
bentak raewon kepada yeoja yeoja bengong
“Ah tidak ada. Ayo cepat
pergi!” salah satu dari mereka menyuruh meninggalkan meja itu
“Hehe, gomawo” baekhyun
tersenyum pada raewon
Raewon terdiam melihat
senyumnya. “Hentikan itu baekki, kau membuatku gila” dalam hati raewon, ia
mencoba membuyarkan pikirannya. *puff*raewon menggelengkan kapalanya, ia
melihat baekhyun sedang diam sambil memainkan jari jarinya.
“Kau dari mana saja?”
tanya raewon pada baekhyun
“Oh, aku? Aku dari kelas.”
jawab baekhyun singkat “Ya, dari mana kau mendapatkan itu?” mata baekhyun
tertuju pada bubble tea yang raewon pegang
“Arasseo! Abis ngampain
maksudnya?” raewon menjauhkan bubble tea dari pandangan baekhyun
“Oh bilang dong. Tadi saat
pelajaran menyanyi aku ditunjuk oleh Jongdae songsaenim untuk bernyanyi di
depan kelas, mungkin karna aku murid baru. Lalu setelah pelajaran selesai teman
teman yeoja di kelas memintaku bernyanyi lagi, mereka sangan berlebihan” jawab
baekhyun.
Raewon langsung terkejut
dan tersedak mendengar jawaban baekhyun, dalam hatinya sebagus apa suara
baekhyun?
“Ya! Gwenchanayo?” tanya
baekhyun sambil terkejut
“Ne! uhuk uhuk gwenchana
uhuk” jawab raewon masih terbatuk batuk
“Ani! kau masih tesedak, nih minum!” baekhyun
mengambilkan bubble tea milik raewon. Raewon pun meminumnya.
“Kau mau mendengarkan ku
bernyanyi?” kata baekhyun berbisik pada raewon
Tiba tiba yeoja yeoja tadi
menggebrak meja kantin raewon dan menjerit “Ayolah bernyanyi untuk kami”
rupanya mereka menguping di meja yang ada di belakang meja raewon. Baekhyun dan
raewon terkejut .
(Chanyeol side)
Terlihat kakinya yang
besar melangkah. Namja tinggi membawa koper tersenyum indah berjalan keluar
dari pintu bandara. Itu Chanyeol, ia sudah pulang dari Daegu. Setelah 5 tahun
banyak perubahan dalam dirinya kepribadian maupun fisik namun ada yang tidak
berubah dalam dirinya, sifat konyolnya dan rasa rindu dan memori kenangannya
bersama raewon.
Chanyeol menaiki taksi
menuju rumah yang dulu dihuni oleh keluarganya. Taksi itu berjalan menuju suatu
perumahan elit. Keluarga chanyeol adalah termasuk orang kaya, ayahnya memiliki
perusahaan di beberapa kota termasuk di Daegu. Namun chanyeol tidak tergantung
dengan kekayaan orangtuanya, chanyeol
adalah sosok yang sederhana. Chanyeol memiliki kakak laki laki dan
tengah kuliah di Cina.
Orang tua chanyeol masih
tinggal di Daegu karna ada tambahan waktu bekerja untuk beberapa bulan.
Chanyeol yang tak ingin berlama lama di Daegu, ia ingin cepat cepat pulang.
Oneureun
dugaeui dari, dugae, dugaeui dari
Oneureun dugaeui, dugaeui dal, dal, dari tteuneun bam
Two moons, two moons
Oneureun dugaeui, dugaeui dal, dal, dari tteuneun bam
Two moons, two moons
Ponsel chanyeol bunyi, ada
telefon masuk. Ia melihat layar ponsel itu bertuliskan “Appa”
“Ada apa appa?”
“Chanyeol-ah
kau sudah sampai di seoul?”
“Sudah appa, aku sedang
dalam perjalan ke rumah”
“Kau
naik taksi ya? Ah baiklah, jaga dirimu baik baik maaf ayah dan ibu tidak bisa
pulang bersama mu”
“Ne, tidak apa apa ayah”
chanyeol menutup telfonnya.
Sesampainya di rumah yang
tidak terlalu besar tampak luarnya, namun dalamnya bagaikan hotel berbintang.
Chanyeol berdiri di depan daun pintu besar berwarna coklat tua dengan ukiran
manis dan gagang pintu berwarna sepadan dengan pintu.
Chanyeol memencet bell
pintu. Tidak lama, pintu terbuka dan muncul seorang ahjumma
“Ahjumma Daeyeon!!
Anneyonghaseyo” chanyeol membungkukan tubuhnya
“Chanyeol-ah apa itu kau?”
tanya bibi daeyeon karna ingatannya sudah mulai menurun
“Ne, aku chanyeol. Aku
sudah kembali dari daegu” jawab chanyeol
sambil tersenyum
“Ah kau sudah besar
rupanya, cepat masuk kau pasti lelah” ajak bibi lalu membawakan koper milik
chanyeol
Chanyeol masuk ke ruang
tamu dan melihat sekeliling. Lalu memasuki ruang keluarga, ia sedang mengingat
kenangannya di rumah ini semasa kecil. Chanyeol ingat saat ia mengajak raewon
main dirumahnya, bibi daeyeon menyuguhi raewon dan chanyeol susu, lalu tidak
sengaja raewon menumpahkan susunya ke sofa. Chanyeol langsung dimarahi habis
habisan oleh ibunya, tetapi bukan raewon.
Chanyeol memasuki kamar
tidurnya. Kamarnya rapi, luas dan penuh dengan mainan miliknya saat ia masih
kecil, ia suka bermain dengan hyung tapi tidak menyangka ia sudah seperti orang cina. Chanyeol berbaring di ranjangnya.
“Raewonnie, aku sudah
pulang” gumam chanyeol tersenyum
“Kau rindu temanmu itu
ya?” bibi daeyeon muncul mengagetkan chanyeol
“Ah iya bi” chanyeol
mengusap pundaknya, bibi daeyeon menghampiri dan duduk disamping chanyeol.
“Beberapa waktu yang lalu
ia datang kesini, dia..”
“Ah? Jinjja?” chanyeol
memotong
“Aish dengarkan dulu” bibi
menepuk paha chanyeol. Chanyeol cengengesan.
“Dia datang sendirian,
bibi lihat dari dalam jendela ruang tamu. Kira kira 1 jam dia ada didepan
rumah” bibi daeyeon memiringkan kepalanya
Chanyeol menunduk, bibi
daeyeon tersenyum tipis “Kalau begitu temuilah dia, bukan kah kau rindu
padanya?” ucap bibi daeyeon
“Hm” chanyeol mengangguk
Bibi daeyeon pun
meninggalkan kamar chanyeol.
Bibi daeyeon sangan dekat
dengan keluarga chanyeol. Saat chanyeol baru lahir, bibi daeyeon sudah bekerja
di rumah ini. Bibi daeyeon sempat mengasuh kakak chanyeol dan chanyeol saat
masih kecil ketika orang tuanya pergi ke luar kota.
Bibi daeyeon mempunyai
satu anak bernama Kim Jongin. Dulu jongin teman bermain chanyeol , karna ikut
dengan ibunya bekerja di rumah ini bibi daeyeon dan jongin tinggal di rumah
ini.
*
1 bulan lebih kemudian.
Disekolah, raewon sedang didalam kelas tengah duduk di bangkunya. Raewon sedang
mencorat coret buku harian, kadang suka menggambar apa yang sedang ia pikirkan.
Raewon sedang asik
mengotori buku hariannya, baekhyun muncul di depan pintu kelas raewon.
“Ya, kau sedang apa?”
tanya baekhyun sambil menghampiri meja raewon
Raewon menutup buku
hariannya “Hmmm aku sedang bosan” raewon menopang dagunya di tangan kirinya dan
memandangi jendela kelas yang menuju ke luar gedung
“Jinjja?” kata baekhyun
singkat lalu menatap wajah raewon sangat detail
Raewon langsung melirik
baekhyun “Mwoya? Apa yang kau lihat?”
“Aniyo! Ah aku dengar ada
anak baru lagi lho!” kata baekhyun dengan mantap
“Nugu? Banyak sekali yang
pindah ke sekolah ini, sekolah ini tidak ada apa apanya” raewon menaruh dagunya
di tumpukan buku yang ada di mejanya
“Molla, ah tidak juga aku
suka sekolah disini. Oh iya kau tidak mau melihatnya? Ia sedang dikantin, sepertinya
ia akan menjadi populer disekolah ini dan katanya keluarganya kaya raya” kata
baekhyun menjelaskan panjang lebar
“Ottae? Jebaal
sekalian aku juga mau melihatnya” baekhyun
memperlihatkan puppy face
“Andweyo!! ” tolak raewon
mentah mentah
“Yaa sebentaaar saja, ah
raewonnie yeppuda~” baekhyun merayu
“Arasseo, aku memang
cantik” raewon mengibaskan rambutnya
“Aissh yasudah” baekhyun
cemberut meninggalkan kelas raewon
Tiba tiba bell masuk kelas
berbunyi. Semua murid mengikuti pelajaran terakhir, kelas 11 C mengikuti mata
perajaran fisika. Mata pelajaran paling raewon benci, raewon selalu terakhir
mengumpulkan tugas, kadang tidak mengerjakan PR.
“Lee Raewon, apakah kau
mengerjakan pekerjaan rumahmu?” junmyung songsaenim menghampiri meja raewon.
Junmyung songsaenim terkenal dengan sebutan guru killer namun murid yang baru
mengenalnya akan tertipu dengan wajahnya yang seperti malaikat.
Sementara raewon hanya
nyengir, tanda ia tidak mengerjakan PRnya lagi.
“Ah aku sudah menduganya,
kalau begitu setelah jam pelajaran selesai kau harus membersihkan kelas ini,
arachi?”
“Arasseo” raewon manggut.
Setelah jam pelajaran
selesai dan murid lain keluar kelas, kecuali sehun yang masih duduk di
bangkunya entah apa yang ia kerjakan.
”Kau tidak pulang” tanya
raewon yang sedang memegang sapu
Sehun tidak bergeming
apapun, ia langsung mengambil buku buku dan tasnya lalu meninggalkan kelas.
Tiba tiba baekhyun datang dan berdiri di depan pintu, sehun yang saat itu
hendak keluar sedikit mendorong baekhyun. Raewon hanya menatap sinis sehun.
“Ada apa dengan orang
ini?” cibir baekyun
“Kau dihukum lagi ya?”
tangan baekhyun bersandar di pintu
“Ne” singkat raewon sambil
menyapu kolong meja
“Hmm aku duluan ya, ada
sesuatu yang harus kukerjakan” baekhyun sambil melihat jam yang ada di
pergelangan tangan kirinya
“Hmm” raewon hanya manggut
“Sampai bertemu ya!”
baekhyun melambaikan tangannya lalu pergi
Setelah pekerjaannya
hampir selesai, dikelas hanya terdengar suara decitan meja yang sedang ditata
rapi dan tiba tiba terdengar suara langah kaki berasal dari lorong kelas.
Muncul seorang namja tinggi lewat ruang kelas itu. Raewon terbelalak melihat
namja itu, namja itu mirip chanyeol. Mata raewon tidak berkedip melihat namja
itu dengan hikmat (?)
“Chanyeol-ah?” ucap raewon
menggetar menjatuhkan sapunya.
TBC~

0 komentar:
Posting Komentar