Sabtu, 13 Oktober 2012

Love Play (Chapter 1) original owner

Diposting oleh Wita Rubi di 07.11

Main cast: Park Chanyeol
                      Lee Raewon
                      Byun Baekhyun
Support:    Lee Soo Hee raewon’s sister
                     
Genre       : Love, friendship

My first fanfiction. Namanya juga fiksi, sepenuhnya ngarang. Ini fanfic pertama saya jadi masih banyak  typo. Gatau deh di korea ada pemainan uno apa engga. Jadi, selamat membaca!

Dikelas, jam istirahat semua murid sekolah dasar keluar untuk makan siang, bermain, dan kegiatan lainnya kecuali Raewon dan Chanyeol. Murid kelas 6. Mereka bedua bersahabat dari kelas 2. Hampir setiap di jam istirahat mereka tidak pernah keluar kelas, kecuali untuk ke kamar mandi. Mereka bermain dan makan makanan bekal mereka. Mereka berdua suka sekali dengan mainan. Semua macam mainan mereka pernah bawa, kali ini chanyeol membawa permainan kartu uno.
“UNO!!” teriak chanyeol memecahkan keheningan kelas
“Yaa!! Chanyeol-ah mengalah lah sedikit, aku sudah menerima tiga kali kartu +4 darimu” melas raewon
“Bagaimana aku mau mengalah kartuku tinggal satu” chanyeol mengangkat kartu sisa miliknya
“Aishh” raewon menaruh kartu 5 kuning miliknya
Chanyeol menaruh kartu +2 kuning sisa miliknya ke tumpukan katru dengan gembira
“Yee aku menang lagi!! Hahaha” chanyeol berdiri di kursi kegirangan, turun lalu mancubit pipi raewon. Entah apa maksudnya
“Yaa Appo! Mengapa kau selalu menang?!” raewon melepas cubitan chanyeol dengan keras
“Hehehe kan sudah ku bilang aku mahir dalam permainan ini” jawab chanyeol sambil nyengir
Raewon hanya menatap wajah chanyeol dengan kesal tapi lama kelamaan perasaan itu memudar karna senyum chanyeol yang konyol namun manis, beserta mata bulatnya membuat raewon ingin selalu bersama chanyeol .
“Apa yang kau lihat? Aku tampan ya?” pedenya chanyeol sambil bergaya bak boyband terkenalc(emang bener-_-v)
“Aniyo” lagi lagi chanyeol menghilangkan perasaan kesal raewon saat itu, chanyeol tahu kalau raewon kesal ia akan diam.
Raewon terduduk di bangkunya begitu juga chanyeol malah duduk di meja raewon.
“Sudahlah kalau begitu kita tidak usah bermain-main lagi, sebentar lagi kita akan menghadapi ujian kelulusan” kata chanyeol pelan
“Iya lagipula aku sudah lelah bermain denganmu” jawab raewon dengan ketus
“Yasudah kalau begitu” nada kesal keluar dari mulut chanyeol.
Bell masuk kelas pun berbunyi. Semua murid masuk ke kelas masing masing da bersiap untuk pelajar berikutnya termasuk raewon dan chanyeol.

*
Tiga bulan kemudian setelah ujian kelulusan, raewon dan teman teman lulus 100 persen.
Chanyeol mengajak raewon bermain di taman. Kali ini ia tidak membawa mainan, biasanya chanyeol membawa ransel yang penuh berisi dengan mainan.  Chanyeol datang dengan menggunakan sepeda.
“Kau tidak bilang padaku hari ini mau bermain sepeda” teriak raewon kepada chanyeol yang masih agak jauh dari ia berdiri
Chanyeol mendekat “Hari ini aku tidak ingin bermain, aku mau bicara sesuatu padamu” jawab chanyeol agak serius
Raewon hanya manggut kebingungan, mereka berdua duduk di kursi taman.
“Sudah 5 tahun kita berteman , sampai saat ini kita masih duduk bersama” kata chanyeol tersenyum
“Haha iya, bahkan kita sudah lulus sekolah dasar, kau mau melanjutkan sekolah dimana?” jawab raewon yang tiba tiba terdiam. Mau sekolah dimana? Kata kata itu membuat raewon berpikir itu berarti kita akan berpisah.
Chanyeol menoleh kearah raewon. Mengapa ia tahu maksud chanyeol? Chanyeol ingen icara tentang dirinya yang akan pindah ke luar kota untuk waktu yang lama.
Chanyeol tertunduk sedih “Aku akan pindah ke Daegu, ikut ayah dan ibuku untuk suatu urusan dan sekolah disana” chanyeol menahan tangis “mungkin selama 5 tahun” chanyeol tak kuasa menahan tangis
“Chanyeol-ah mengapa kau menangis? Kau cengeng sekali” raewon mendecak
“Aku takut kehilangan mu Lee raewon! Kau sahabat terbaikku” jawab chanyeol agak sedikit membentak dan itu membuat raewon sedih
“Jangan sedih chanyeol, kau juga sahabat terbaikku. Aku tidak akan melupakanmu” raewon memegang hangat tangan chanyeol “kau juga jangan lupakan aku!” timpal raewon
“Ne, tentu saja aku tidak akan melupakanmu” balas chanyeol dengan mencubit pipi raewon
“Yaa! Jangan sentuh pipiku lagi” ketus raewon sambil membuang muka
“Hehe mianhae” chanyeol nyengir dan buru buru mengusap air matanya “aku punya sesuatu untukmu, jaga baik baik ya!” chanyeol mengeluarkan sekotak kartu uno dari kantung celananya. Mainan favorit mereka.
“Aah uno! Ayo kita main sebentar!” ajak raewon langsung merebut sekotak kartu uno tersebut
“Andwe!!” teriakan chanyeol membuat raewon mendongakkan kepalanya ke arah chanyeol
“Waeyo?” jawab raewon kebingungan
“A…ani a…aku harus cepat kembali ke..ke rumah” jawab chanyeol terbata bata
“Oooh baiklah, jaga dirimu baik baik ya” raewon pun memeluk chanyeol sebagai perpisahan
“Jaga dirimu juga ya” balas chanyeol sambil memeluk raewon agak malu. Pertama kalinya ia memeluk raewon.
Akhirnya mereka berpisah, keduanya saling melambaikan tangan. Lama kelamaan jarak mereka berdua semakin menjauh.
Saat raewon hendak pulang ia membuka kotak kartu uno pemberian chanyeol. Saat ia buka ia mendapati sepucuk kertas di tumpukan kartu tersebut. Raewon penasaan membuka kertas itu, ternyata itu adalah surat dari chanyeol.
“Aneh sekali, ia sudah memberiku pesan masih saja menambahkannya” gumam raewon

“Untuk Lee Rae Won:”

“Annyeong rae!”
“Tidak ku sangka aku akan meninggalkanmu. Lima tahun bukan waktu yang sebentar. Aku ingat lima tahun yang lalu kita pertama kali bertemu. Kau baru pindah ke sekolah ini di kelas 2, kau di usili anak laki laki.”

/flashback/
Raewon saat kecil sangat manis, rambutnya panjang sebahu lebih, pipinya sedikit tembam. Raewon sedang bermain ayunan di tempat bermain di sekolahnya sambil memainkan boneka anak perempuan miliknya.
 Tiba tiba datang empat anak laki laki bandel untuk mengusili raewon. Boneka milik raewon direbut oleh salah satu dari mereka dan menjatuhkannya ke pasir.
Raewon menangis.
Pada saat itu chanyeol datang untuk mengusir geng bandel tersebut.
“Jauhi yeoja ini!! Kalau tidak aku adukan pada guru Ahn”
Saat itu chanyeol hanya seorang diri untuk melindungi raewon. Ia sedikit takut tapi mendengar kata guru Ahn, geng bandel itu langsung lari meninggalkan chanyeol dan raewon.
/flashback end/

”dan setiap istirahat kau bermain di taman bermain sekolah, kau selalu jatuh tersungkur dari  perosotan. Aku selalu melihatmu jatuh. Haha, saat itu kau lucu sekali.”

Itu penyebab raewon dan chanyeol tidak pernah keluar kelas. Chanyeol idak ingin raewon tersiksa hanya karna taman bermain.

“Aku tidak pernah bosan berteman denganmu rae. Meskipun kita selalu satu kelas setiap tahun, jeongmal! Aku tidak pernah bosan padamu. Kau tahu? Joahae, niga jeongmal joahae.”

Saat itu pipi raewon memerah.

“Aku menyukaimu karna kau berani, baik, dan.. kau cantik. Maaf kalau aku pengecut mengatakan perasaanku yang sebenarnya dalam surat. Ah itu sedikit dariku, jaga dirimu baik baik. Aku menyayangimu”
Tertanda di sudut kertas “Park Chanyeol, sahabatmu”

“Tidak ku sangka, chanyeol sangat memperdulikan diriku. Sifatku yang amat cuek sampai tidak memikirkan perasaannya?” gumam raewon setelah membaca surat itu.
Raewon pun kembali ke rumah berjalan dengan agak gontai.

Raewon adalah anak yang cuek, tidak mempunyai banyak teman. Hanya chanyeol. Terkadang adanya chanyeol raewon suka kesal karna chanyeol selalu bertingkah aneh. Hari ini ia kehilangan temannya, ada rasa senang namun ada rasa sedih.
Namun hal itu tidak menjadi beban dalam hidupnya. Raewon juga anak yang kuat dan berani. Walaupun 5 tahun bukan waktu yang sebentar, ia akan menunggu chanyeol kembali.
Raewon melanjutkan sekolahnya ke tingkat menengah.  Raewon dengan semangat melalui hari harinya, tapi tanpa chanyeol.

*

Lima tahun kemudian. Raewon menjadi gadis dewasa ada perubahan dalam dirinya, tubuhnya tinggi, rambutnya terurai panjang, raewon semakin cantik.
 Hari hari raewon tidak terlalu buruk juga tidak terlalu istimewa. Namun yang jelas raewon masih meridukan sahabatnya, Chanyeol. Entah bagaimana rupanya sekarang, ia sangat ingin bertemu dengan chanyeol.

Dihari libur, raewon selalu berkunjung ke taman. Entah apa yang dikerjakan selalu di tempat itu. Tempat dimana raewon dan chanyeol berpisah.
Disaat raewon duduk tenang sambil mengingat kenangannya bersama chanyeol di tempat ini, tiba tiba dari kejauhan seorang namja berlari kencang dangan membawa koper besar dan ransel kecil di punggungnya. Saking berat koper, namja itu melepaskan genggaman tangannya dari koper itu tepat di depan raewon.  Raewon memperhatikan larinya namja itu.
Tidak lama muncul seekor anjing besar dan galak berlari mengejar namja tadi. Raewon kaget hampir ia mau kabur, tapi tidak. Raewon sangat menyukai anjing tetapi bukan anjing jenis ini.
Raewon berlari kearah anjing itu dan menghalanginya dan berusaha agar anjing itu tidak mengejar namja itu lagi. Anjing itu berhenti sejenak dan mata anjing itu tertuju pada mata raewon, keduanya bertatapan. Mata mereka bertemu. Mereka menyeritkan alis dan bersiap menyerang satu sama lain.
“Kena kau!” gumam raewon pada anjing itu
“KYAAA” jeritan raewon menandakan mulainya pertarungan sengit itu.
Mereka berdua berlari menyerang satu sama lain.
BRUKK
Anjing itu berlari sangat kencang dan mendorong pundak raewon hingga terjatuh
“Aaah benar benar kau membuat ku marah!!” omel raweon saat ia masih terlentang di jalan yang kebetulan sepi. Biasanya banyak pengunjung yang hanya sekedar duduk duduk seperti raewon.
“Hey kau anjing nakal!! Jangan ganggu namja itu!!” teriak raewon sambil berdiri melihat anjing itu berlari, tetapi ia tidak melihat namja itu. Kemana larinya namja itu?

Raewon berdiri dan mengambil koper berwarna abu abu milik namja itu. Lalu ia lari mengejar anjing itu sekaligus mencari namja itu. Pada saat itu raewon memakai sepatu kets, jadi ia bisa lari dengan leluasa.

(Namja side)                                          
*kira kira siapa yah namja itu u,u*
Namja itu berlari membabi buta entah kemana ia pergi, yang penting mencari tempat sembunyi. Ia melihat celah celah pertokoan di taman tersebut, ia masuk ke dalan celah celah itu.
“Tempat apa ini? Kota besar tapi banyak anjing liar” gumam namja itu sambil melihat sekeliling tempat ia bersembunyi dan ketakutan. Entah darimana datangnya anjing itu. Namja itu baru turun dari bus yang membawanya dari bandara ke halte taman ini. Baru memasuki pintu taman namja itu melihat anjing berlari ke arahnya.
“Sepertinya anjing itu sudah tidak ada” dalam hati namja itu, kepalanya keluar dari balik tembok dan memeriksa keadaan sekitar, hanya beberapa orang berlalu lalang. Perlahan ia keluar dari balik tembok.
“Aah.. lega rasanya” kata namja itu mengusap dadanya lalu ia mengayunkan tangannya ke bawah. Tangannya mencari cari koper
“Koper? Koperku?? Aish dimana koper ku??” 
Teringat ia sudah meningalkan kopernya di depan yeoja yang sedang duduk di taman tadi.
“Aaah eottokaeh” gumaman kesal namja itu

“Hey kau!!” panggil seorang yeoja dari belakang namja itu, membawa koper abu abu, jalannya gontai. Itu raewon!
“Kau lari kemana? Kau sampai lupa dengan kopermu” kata raewon sambil menghampiri namja itu dengan nafas tak bearturan
Namja itu berbalik badan dan menatap raewon bingung
“A…aku, aah itu koperku ya? Jeongmal gomawoyo” jawab namja itu girang mengambil koper miliknya
“Ne, sama sa..” raewon terdiam menatap namja itu, ia tampan sekali dengan senyumnya
Namja itu kebingungan meliahat raewon bengong
“Gwenchana?” tanya namja itu
Tanya namja itu mebuyarkan pikiran raewon
“Aah… gw-gwenchana” jawab raewon terbata bata
“Oh iya kita belum berkenalan, Byun baekhyun imnida” namja itu membunkukkan punggungnya
“Ne.. Raewon, Lee raewon imnida” jawab raewon juga membungukan punggungnya

Mereka berdua duduk di kursi taman yang biasa raewon kunjungi. Baekhyun pun menceritakan tujuannya ke sini dan mengapa ia dikejar kejar anjing.
“Kau dari Daegu?” tanya raewon agak kaget
“Iya, paman ku mengirimku ke seoul untuk menemui orang tuaku yang bekerja di suatu perusahaan dan aku akan tinggal dan sekolah disini” jawab baekhyun sambil senyum
“Ooh begitu” kata raewon singkat. Sebenarnya banyak yang ia ingin tanyakan pada baekhyun, tapi ia malu menatapnya saja tidak berani. Sepertinya ia sedikit menyukai baekhyun.
“Ka…kau” saat raewon memberanikan diri untuk bertanya, belum sepatah katapun keluar dari mulutnya ponsel namja itu berbunyi
Neoui sesangeuro, yeorin barameul tago
Ne gyeoteuro, eodieseo wannyago
“Sebentar” kata baekhyun dan merogoh ponsel di kantung celananya sambil tersenyum. Ia pun mengangkat telfon dan menaruh ponsel di telinganya.

“Yoboseyo” kata baekhyun kepada seseorang di percakapannya
“Ne, aku sudah sampai di Seoul”
“Ne” kata baekhyun singkat, raewon hanya menebak nebak siapa yang menelfon baekhyun
“Aku akan menemuimu ” lanjut baekhyun lalu menutup telfonnya

“Baiklah kalau begitu aku mau mencari orang tuaku dulu. Terima kasih banyak, senang berkenalan dengamu” baekhyun membungkukkan punggungnya dan melambaikan tangan kepada raewon, tentu saja dengan senyum manisnya
“Ne, senang bekenalan denganmu juga” raewon membungkukkan punggungnya. Mereka pun berpisah.


(Raewon side)
Hari semakin redup, waktunya raewon menginggalkan taman dan pulang. Sesampainya di kamar miliknya, ia duduk di meja belajar dan memandangi figura berisi foto dirinya dengan chanyeol. Foto itu diambil 5 tahun yang lalu setelah kelulusan sekolah dasar, mereka terlihat sangan akrab. Seperti adik kakak. Walaupun tidak terlalu mirip tapi mata raewon sama besar dengan mata chanyeol.
“Chanyeol-ah, kapan kau pulang?” gumam raewon sambil menopang dagu di tangannya
“Bogoshipoyo” lanjut raewon. Di foto tersebut chanyeol hanya memamerkan senyum konyolnya tak berkutip apapun
“Ah percuma saja, aku hanya bisa menunggumu pulang bukan menyuruhmu pulang!” decak raewon sambil mendorong kecil figura itu

Ia memutar kursi belajarnya kesamping dan mengingat kejadian tadi siang saat bertemu baekhyun. Raewon senang sekali dapat melihat senyum indah selain chanyeol dan berharap bisa betemu dengannya lagi.
KREKK
Suara pintu kamar raewon terbuka hampir terbanting. Memecahkan khayalan raewon saat itu, ternyata Lee soo hee, kakak raewon datang dengan wajah kesal. “Yaa! Lee Raewon apa yang kau lakukan dengan sepatuku?” soohee mengangkat sepatu kets yang dipakai raewon tadi siang untuk mengejar anjing. Kotor, solnya robek dan serat tali sepatunya terurai.
“Hari ini aku mengejar anjing” jawab raewon dengan cuek
“Ya raewon! Tidak sebegitunya kau menyukai anjing, lalu dikejar kejar seperti anak kecil saja” bentak soohee sambil menunjuk raewon dengan sepatunya
“Aku lelah, besok aku perbaiki” jawab raewon lalu menjatuhkan tubuhnya di ranjang miliknya
“Benar benar anak ini” soohee menutup pintu agak keras.
Saat raewon membaringkan tubuhnya di ranjang, lagi lagi ia memikirkan baekhyun. Pantas saja namja seimut dia takut pada anjing besar. “Aish raewon berhentilah memikirkannya, besok kau harus sekolah” gumam raewon. Ia pun bangun untuk membersihkan dirinya lalu pergi tidur.
 
TBC

0 komentar:

Posting Komentar

 

Fangirl Place Copyright © 2010 Design by Ipietoon Blogger Template Graphic from Enakei